Tampilkan postingan dengan label JURNALISTIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JURNALISTIK. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Februari 2015

PENGUMUMAN PERHUTANI GREEN PEN AWARD 2015


Posted in: Info Publik, Pengumuman
PERHUTANI GREEN PEN AWARD 2015
Lomba Menulis Cerita Pendek Hutan & Lingkungan

Syarat-syarat Lomba :
  1. Peserta :
  • Warga Negara Indonesia
  • pelajar SLPTP/sederajat (Kategori A)
  • Pelajar SLTA & Mahasiswa (Kategori B)
  • Guru, Dosen, Penulis/Pengarang dan Umum (Kategori C)
  1. Pendaftaran lomba dibuka mulai tgl. 22 Nopember 2014 dan ditutup tgl. 22 Pebruari 2015 (Stempel Pos/jasa Kurir)
  1. Judul naskah bebas, tema cerita kehidupan dengan berbagai aspeknya terkait hutan, alam dan lingkungan hidup.
  1. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar, indah (literer) dan komunikatif.
  1. Naskah adalah karya asli, bukan jiplakan, terjemahan atau saduran dan belum pernah dipublikasikan, disertai dengan dokumen pernyataan diatas materai.
  1. Panjang naskah 5 s/d 10 halaman A4, diketik 1,5 spasi huruf Times New Roman ukuran font 12 poin, margin standar.
  1. Naskah dicetak atau print out sebanyak 2 (dua) rangkap, file MS-Word dimasukkan dalam CD.
  1. Peserta mengirimkan naskah 1 (satu) judul atau maksimal 2 (dua) judul, dikirimkan ke Panitia Perhutani Green Pen Award 2015: Perhutani Residence, Jl. Gedung Hijau I No. 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Tulis kategori A/B/C di sisi kiri atas amplop tertutup.
  1. Naskah dilampiri:
  • Biodata lengkap; alamat, nomor telpon/HP, Email yang mudah dihubungi.
  • Foto copy Kartu Pelajar (Kategori A);
  • Foto copy Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa dan KTP bagi Mahasiswa (Kategori B)
  • Fotocopy KTP/Paspor/Kartu Pegawai dan indentitas lainnya (Kategori C)
  • Tulisan singkat tentang salah satu kegiatan Perum Perhutani, diketik rapi minimal 70 kata, diperbolehkan menambah foto apabila ada. Sumber informasi Situs www.perumperhutani.com atau sumber lain dengan menyebut nama sumber.
10. Nama-nama pemenang akan diumumkan pada tgl 29 Maret 2015 melalui Situs: www.perumperhutani.com
11. Panitia tidak memungut biaya apapun dari peserta lomba, tidak menunjuk perwakilan
dan tidak melayani surat menyurat terkait penyelenggaraan ini.
12. Naskah yang dilombakan menjadi milik Perum Perhutani dan dapat diterbitkan
untuk kepentingan dokumentasi dan program Komunikasi Perusahaan. Hak cipta pada pengarang.
13. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.

Hadiah Bagi Pemenang Kategori A
  • Pemenang 1: Piala, Piagam, Uang Tunai Rp. 3.000.000,-
  • Pemenang 2: Piagam, Uang Tunai Rp. 1.500.000,-
  • Pemenang 3: Piagam, Uang Tunai Rp. 1.000.000,-
  • 5 (Lima) Pemenang Harapan: Piagam, Uang Tunai Rp. 500.000,-

Hadiah Bagi Pememang Kategori B
  • Pemenang 1: Piala, Piagam, Uang Tunai Rp. 4.000.000,-
  • Pemenang 2: Piagam, Uang Tunai Rp. 2.000.000,-
  • Pemenang 3: Piagam, Uang Tunai Rp. 1.500.000,-
  • 5 (Lima) Pemenang Harapan: Piagam, Uang Tunai Rp. 750.000,-

Hadiah Bagi Pemenang Kategori C
  • Pemenang 1: Piala, Piagam, Uang Tunai Rp. 5.000.000,-
  • Pemenang 2: Piagam, Uang Tunai Rp. 3.000.000,-
  • Pemenang 3: Piagam, Uang Tunai Rp. 1.500.000,-
  • 5 (Lima) Pemenang Harapan: Piagam, Uang Tunai Rp. 1.000.000,-

Catatan:
  • Informasi lomba dapat diakses di www.perumperhutani.com
  • Artikel Penulisan Sastra Hijau dapat diakses di FB Sastra Hijau Perhutani Green Pen Award  dan www.rayakultura.net


Kamis, 05 Februari 2015

HIDUP BUKAN CUMA BERSENANG-SENANG

Martinus Ruma, guru bahasa Indonesia SMA & SMK Kanaan Jakarta
ketika berbicara yang masih menunjukkan aksen kedaerahannya menjadi salah satu ciri khas dari pria ini. Pria kelahiran 7 September 1984 ini berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) namun lahir dan besar di Jayapura Papua. Guru yang akrab disapa Martin ini menjadi guru Bahasa Indonesia di SMA Kristen Kanaan Jakarta Pusat. Beliau saat ini sudah berkeluarga. Perjalanan hidupnya saat sebelum menjadi guru yang penuh liku-liku membuat pria ini tidak pantang menyerah dan memiliki tekad yang kuat dalam dirinya. Terkadang di depan kelas sangatlah galak namun tidak jarang humor-humor khas ala papua coba beliau hadirkan untuk menyegarkan semangat anak didiknya. Prinsipnya sangatlah simpel “3 O” (olah hati, olah otak dan olah raga). Demikainlah cara guru ini menerapkan disiplin di dalam kelas. Harapan terbesarnya adalah menghasilkan peserta didik yang hatinya baik dan otaknya cerdeas; juga raga yang sehat.
         Pria ini dulunya pernah bergabung dalam klub sepak bola Persipura junior. Tetapi beliau meninggalkan itu semua karena beliau beranggapan bahwa hidup ini bukan cuma untuk bersenang-senang melainkan harus memikirkan orang-orang terdekat yang kita kasihi dan melakukan kebaikan untuk tabungan di Surga. “Bermain sepak bola memang kesukaan saya dan cita-cita saya sejak kecil ingin menjadi pemain bola profesional, tapi buat apa kalau kita sukses menjadi orang kaya melalui sepak bola namun tidak memiliki tabungan untuk di akhirat kelak” katanya.
            Menjadi seorang jurnalis dan guru ialah pilihan hidupnya. Kemampuannya dalam menulis tidak perlu diragukan karena sudah ada beberapa dari tulisannya pernah menjadi juara. Diantaranya juara 1 penulisan berita investigasi tentang PSK di Tanjung Elmo Jayapura Papua yang diadakan oleh AJI (Aliansi Jurnalis Independen) propinsi Papua dan juara 3 penulisan soff news yang berjudul “CITA_CITAKU MENJADI SEORANG PELACUR” oleh Persatuan wartawan kota Jayapura (PWI). Beliau mengakui bahwa menjadi penulis itu mengasyikan dan kita tidak mudah melupakan kejadian yang pernah terjadi di sekitar kita dengan menuliskan kejadian itu. Pria yang satu ini sudah pernah bertatapan dan berfoto langsung dengan almahrum mantan presiden terdahulu kita Gusdur.
Indahnya menjadi seorang jurnalis, tidak pernah kekal adanya, ada suka ada juga duka. Salah satu kehidupan pahit saat menjadi seorang jurnalis ketika beliau hampir bertaruhan nyawa karena membuka kejahatan seseorang. Namun, semua itu baginya menjadi cerita tempo dulu yang hanya bisa dijadikan pelajaran untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya.
Ketika beliau masih muda dan belum menikah beliau beranggapan bahwa itu adalah tantangan untuk terus maju.  Namun saat sudah menikah beliau mengubah pandangan hidupnya bahwa hidup ini harus memikirkan orang- orang  yang kita kasihi juga.Salah satu motivasi yang membuat pria ini ingin menjadi jurnalis selain suka menulis beliau juga ingin menuliskan aspirasi dan harapan masyarakat Papua yang kurang begitu diperhatikan oleh pemerintah pusat, padahal di sana banyak yang lebih membutuhkan bantuan lebih dari pada di daerah lain.
            Memang benar kata pepatah, sejauh-jauhnya tupai terbang tentu akan kembali ke sarangnya. Sekian lama malang buana di dunia jurnalistik, tidak membuat beliau lupa akan profesinya sebagai guru. Karena pada saat di Jayapura beliau sudah menjadi guru, maka saat beliau pindah ke Jakarta beliau melanjutkan profesinya menjadi seorang guru. Saat hendak pindah ke Jakarta belaiu berpikir mau jadi apa kalau hidup di Jakarta dengan pendidikan standar yang beliau miliki. Ketika masih duduk di bangku kuliah pria ini harus bekerja keras sambil belajar karena kondisi ekonomi beliau yang kurang baik. Tetapi dengan kerja keras akhirnya pria ini mampu untuk hidup di Jakarta yang keras ini.  Perubahan irama hidup dan idealisme tidak membuat guru berkulit gelap ini berhenti untuk berkarya. Hal ini seolah-olah mengamini motonya sendiri bahwa hargailah perubahan walaupun kecil. (Angelina Tedjapranata, XI IPA).

LAPORAN PELAKSANAAN UN 2014 OLEH FERLITA FELIANA

Ujian Nasional menjadi topik bahasan terhangat di akhir tahun pelajaran ini. Euforia Ujian Nasional masih kental terasa, hal yang sama juga terjadi di SMA Kristen Kanaan khususnya bagi para siswa siswi kelas 3 yang baru saja mendapatkan hasil dari Ujian Nasional yang dilaksanakan pada awal Mei tersebut. Walaupun marak diberitaan berbagai masalah yang terjadi dalam pelaksanaan Ujian Nasional, tidak terjadi masalah apa pun dalam pelaksanaan Ujian Nasional di SMA Kristen Kanaan baik dari sisi naskah ujian, pengawas maupun peserta Ujian Nasional. Namun, beberapa siswa khususnya siswa jurusan IPA mengeluhkan bahwa soal yang ada tingkat kesulitannya cukup tinggi. Hal yang sama juga diperbincangkan di berbagai media massa. Kabarnya standar soal tahun ini merupakan standar soal internasional. “Mungkin karena ada beberapa soal yang dititipkan dari perguruan tinggi”, begitu ujar wakil kepala sekolah bidang kurikulum, Sorta Pakpahan saat dikonfirmasi oleh awak CNN Media di ruang kerjanya, Selas, (6/5/2014). Hasil yang didapatkan para siswa dianggap kurang memuaskan, rata-rata nilai turun di hampir semua mata pelajaran, kecuali mata pelajaran Bahasa Indonesia baik IPA maupun IPS. Tahun depan berbagai upaya akan dillakukan dengan harapan nilai rata-rata Ujian Nasional 2015 nanti akan meningkat, jelas wakasek bagian kurikulum itu lebih lanjut. Pelaksanaan ujian nasional diawali dari ujian praktik tanggal 17-21 Febuari 2014 dengan materi ujian meliputi Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Bahasa Mandarin, Musik, Agama, Olaraga, Desain Grafis, Fisika, Kimia, Biologi dan Enterprener; kemudian dilanjutkan ujian sekolah dari tanggal 10-17 Maret 2014, sedangkan bahan yang diujikan adalah materi seluruh pelajaran SMA. Tanggal 14-16 April 2014 adalah Ujian Nasional, sedangkan bahan yang diujikan yang diujikan adalah materi dari 6 bidang studi sesuai dengan jurusan masing-masing *****

“Menjalani Berbagai Peran Dengan Seimbang”

E. M Erwani, S. Pd Wakasek Kesiswaan SMA Kanaan Jakarta

Wanita kelahiran Sleman, 7 Febuari 1970 yang akrab kita sapa dengan panggilan Ibu Erwani merupakan salah satu guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Kristen Kanaan. Profesi yang berbeda dengan cita-citanya dulu tidak menghalangi beliau untuk tetap berkarya dengan maksimal. Wanita yang pada awalnya bercita-cita menjadi guru Bahasa Inggris ini, menamatkan studinya di Universitas Sanata Dharma pada tahun 1994. Tahun ini, genap sudah dua dasawarsa beliau mengabdi di Sekolah Kristen Kanaan.
Wanita yang memiliki hobi membaca ini, ternyata memiliki berbagai peran untuk dijalani. Selain sebagai seorang guru dan seorang ibu, beliau juga merupakan ketua lingkungan dan anggota paduan suara di gerejanya. Banyaknya peran yang beliau jalani, tidak membuat beliau lelah ataupun jenuh. Beliau justru mengaku senang dengan semua hal ini.
Melakukan segala sesuatu dengan seimbang, begitulah prinsip yang beliau pegang. Dalam menjalani berbagai peran yang beliau miliki, tentu saja keseimbangan satu dengan yang lainnya sangat diperlukan. Namun, kehidupan tidak selalu berjalan mulus sesuai dengan keinginan. Ada kalanya kita diharuskan memilih. Beliau bahkan merasa bahwa dirinya belum bisa menyeimbangkan peran-peran yang dimilikinya. Beliau mengaku hal yang paling sulit dalam menjalani berbagai peran yang beliau miliki adalah jadwal yang berbenturan satu dengan yang lain.
Skala prioritas dan manajemen waktu yang baik merupakan hal dasar yang menurutnya perlu dimiliki. Wanita yang mengaku terinspirasi oleh iklan biskuat ‘Semangat Ibu dan Anak’ ini menempatkan keluarga sebagai nomor 1 di skala prioritasnya. Namun, jika ada hal lain yang memang lebih mendesak daripada urusan keluarganya, beliau rela meninggalkan keluarganya demi menjalankan tanggung jawab yang diembannya.
Dituntut dengan banyak hal, tidak membuat beliau merasa tertekan. Beliau memiliki kiat-kiat ampuh untuk mengatasi rasa jenuh yang terkadang datang menghampirinya. Justru banyaknya peran yang dimiliki merupakan salah satu obat penawar rasa jenuh yang dirasakan. Disaat jenuh dengan satu bidang, beliau bisa menghilangkan kejenuhan itu dengan kesibukannya di bidang lain.
Biarkan semuanya berjalan seperti air yang mengalir. Beliau juga mengaku sangat terinspirasi oleh kisah Mukjizat Yesus di Kana. Para pelayan tidak tahu mengapa harus menyediakan air padahal yang dibutuhkan adalah anggur, namun para pelayan itu tetap menyediakan air, hingga pada akhirnya air itu diubahkan oleh Tuhan Yesus menjadi anggur.
Menurut beliau, dalam keseharian menjalani peran dan pekerjaan kita, kita harus menyediakan ‘air’. Dan ‘air’ yang kita sediakan haruslah ‘air’ dengan kualitas terbaik. Mungkin terkadang kita bingung mengapa kita harus melakukan pekerjaan yang menurut kita menjenuhkan dan tidak penting, namun kita sebaiknya tetap melakukannya dengan semaksimal mungkin. Beliau berkata bahwa jika kita telah menyediakan ‘air’ maka nantinya Tuhan sendirilah yang akan mengubah ‘air’ kita menjadi ‘anggur’ yang manis. (Eskul Jurnal/Ferlita. XI IPA)

“ Wong Urip Iku Mung Mampir Ngombe”

Indri Astuti, S. Pd Kepala SMA Kristen Kanaan Jakarta
Tutur bahasanya yang sopan dan sangat memperhatikan etika ini seolah menjelaskan darimana wanita kelahiran 17 Agustus 1966 ini berasal.  Wanita kelahiran Kulon Progo, Yogyakarta, Jawa Tengah ini telah lama menjadi pemimpin SMA Kristen Kanaan. Pembawaannya yang diplomatis dan berjiwa kepemimpinan ini menjadikan beliau sebagai pribadi yang sangat bertanggung jawab dalam segala hal yang dikerjakannya. Menjadi seorang kepala sekolah SMA Kristen Kanaan, bukanlah sebuah hal yang mudah bagi Indri Astuti, S.Pd. Oleh karena itu, dimanapun beliau ditempatkan, beliau tetap berpegang pada satu motto yaitu “ Wong Urip Iku Mung Mampir Ngombe” yang memiliki arti “Hidup di dunia ini ibarat numpang minum“. Menurut seorang lulusan S1 Sejarah ini, kita hidup di dunia ini sangat singkat, hanya seperti saat kita minum air. Oleh karena itu, air yang diminum pun harus berkualitas dan berguna. Jadi, dimanapun beliau berada, beliau ingin menjadi sosok yang berkualitas dan berguna bagi setiap orang karena beliau menyadari betapa singkatnya hidup ini. 
Oleh karena hidup yang sangat singkat tersebut, wanita yang memiliki hobi berpetualang ini memiliki semangat yang tinggi untuk meraih cita – citanya yaitu seorang guru. Memang cita – cita tersebut bukanlah sebuah hal yang dapat membuat orang kagum. Akan tetapi, dengan cita- cita yang sederhana tersebut, beliau mampu menjadi ‘air yang berkualitas’ bagi sesama rekan kerja maupun para peserta didik. Hal ini sudah ia buktikan dengan menjadi pemimpin yang berkualitas bagi SMA Kristen Kanaan. Menjadi seorang pahlawan tanpa tanda jasa adalah impiannya sejak kecil. Latar belakang keluarganya yang hampir semuanya berprofesi sebagai guru turut mendorong impiannya. Kedua orang tuanya tak pernah melarang beliau untuk menjadi seorang guru. Bahkan, kedua orang tuanya terus memotivasi beliau dan menuntun beliau untuk menjadi seorang guru. Sejak kelas 1 Sekolah Menengah Pertama, wanita yang akrab dipanggil ‘Tuti‘ ini telah menjadi seorang guru bagi murid – murid Taman Kanak – Kanak. 
Anak pertama dari lima bersaudara ini juga memiliki banyak prestasi baik itu akademik maupun non- akademik. Prestasi akademik yang beliau capai adalah selalu meraih peringkat 3 besar sejak Sekolah Dasar. Sementara, prestasi non- akademiknya adalah beliau dapat menjadi ‘air yang berkualitas‘ dengan selalu aktif di berbagai organisasi; baik itu organisasi di gereja maupun Organisasi Siswa Intra Sekolah. ‘Air yang berkualitas‘ dalam kegiatan berorganisasi adalah jiwa kepemimpinannya yang selalu berguna dalam setiap organisasi. Oleh karena itu, tak heran apabila dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah, beliau selalu mendapatkan posisi ketua, sekretaris ataupun bendahara. Beliau juga kerap kali mendapatkan tugas pelayanan untuk memimpin Pendalaman Alkitab atau berbagai kegiatan rohani lainnya di gerejanya. Hal ini membuktikan ‘air yang berkualitas‘ dalam hal jiwa kepemimpinannya benar – benar dapat berguna dengan baik dan dapat menjadi panutan bagi orang lain.
Sebagai seorang kepala SMA Kristen Kanaan yang dapat menjadi ‘air yang berkualitas‘, beliau memiliki banyak pengalaman maupun keluh kesah dalam menjabat posisi tersebut. Kegembiraan baginya dalam mencapai posisi tersebut adalah setiap tahun, beliau akan bertemu dengan berbagai pribadi yang baru baginya. Mereka adalah murid – murid yang baru melangkahkan kaki ke SMA Kristen Kanaan Jakarta. Bagi wanita yang telah mengajar di Sekolah Kanaan sejak tahun 1991 ini, murid – murid tersebut adalah kawan baru bagi beliau. Selain itu, berbagai tantangan yang dihadapi beliau; baik itu dari siswa ataupun orang tua murid juga merupakan kegembiraan bagi beliau karena dapat mengasah dirinya lebih baik lagi untuk menjadi ‘air yang berkualitas‘. Kegembiraan selanjutnya adalah jika alumni siswa – siswi SMA Kristen Kanaan datang dan masih mengingat guru – guru mereka. Itu adalah kegembiraan yang luar biasa untuk wanita yang satu ini. Disamping kebahagiaan yang beliau alami, beliau juga memiliki pengalaman yang mendukakan hati beliau yaitu saat ada alumni SMA Kanaan yang bertemu dengannya tidak menyapa, tapi membuang muka. Ini sangat menyakiti hati setiap guru.
Untuk dapat menjadi ‘air yang berkualitas‘, sosok yang ramah ini memiliki saran bagi siswa – siswi SMA Kristen Kanaan. “Jadilah orang muda yang takut akan Tuhan“ katanya saat diwawancarai di tengah – tengah kesibukannya sebagai pemimpin SMA Kristen Kanaan. Dengan menjadi pribadi yang takut akan Tuhan, kita dapat menjadi terang bagi sesama kita. Selain itu, hendaknya kita menjadi pribadi yang memiliki daya juang yang tinggi. Seperti yang dilakukan oleh anak – anak daerah yang  beritanya seringkali kita dengar. Mereka sangat bersungguh – sungguh ingin belajar di sekolah, sehingga segala tantangan akan mereka tempuh. Walaupun hujan mengguyur desa mereka; walaupun sungai sebagai jalan penghubung mereka dengan sekolah mereka meluap; walaupun badai menghadang; walaupun fasilitas sekolah yang mereka miiki tak sebagus sarana dan prasarana sekolah di ibukota; walaupun atap sekolah mereka bocor; walapun ribuan tetesan air menetes di kala mereka menghadapi ujian; meskipun bangunan sekolah mereka runtuh, tapi semua hal tersebut tak menghalangi semangat dan daya juang mereka untuk tetap bersekolah. Mereka tetap berjuang untuk meraih mimpi mereka. Mimpi yang dapat menghantarkan mereka untuk menjadi ‘air yang berkualitas‘ selama mereka masih hidup di dunia ini. (*Henny Febriani / XI IPA) 

Selasa, 27 Januari 2015

PEMILU OSIS SMA KANAAN JAKARTA 2014/2015

Tak terasa masa jabatan OSIS SMA Kristen Kanaan  periode 2013/2014 sudah akan berakhir. Hal ini menandakan akan munculnya ketua OSIS SMA Kristen Kanaan yang baru! Pembukaan penyalonan diri sebagai calon ketua OSIS untuk semua siswa-siswi SMA Kristen Kanaan atas rekomendasi dari wali kelas. Setelah mencalonkan, tahap berikutnya adalah wawancara dan melakukan penyalingan. Melalui bertahap-tahap seleksi maka kita mendapatkan tiga calon ketua OSIS yang baru, yaitu Mikhael (X IIS 2), Novia (XI MIA), dan  Josafat (XI IIS 1).
Mereka melakukan kampanye mereka yang bertema tokoh inspiratif pada hari Rabu, 10 Desember 2014. Masing-masing calon ketua OSIS menampilkan kemampuan mereka dengan penuh kreatif, mulai dari yel-yel dari tim suksesnya sampai mading yang berisi tokoh inspiratif, identitas, visi dan misi mereka, serta kemampuan mereka menarik perhatian siswa-siswi supaya tergerak hatinya untuk memberikan suara berharga kepada mereka.
Kamis, 11 Desember 2014 adalah hari pemilihan ketua OSIS periode 2014/2015. Pemilihan dilakukan waktu bersamaan yang dilaksanakan di ruang kelas masing-masing secara bersamaan. Setiap siswa-siswi mendapatkan satu lembar kartu suara. Lalu apa tugas dari siswa-siswi yang memiliki kartu suara itu? Tugas mereka satu-satunya adalah menyoblos calon ketua OSIS yang mereka anggap baik dan mampu memimpin mereka di masa yang akan datang. Pelaksanaan pemilihan harus secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Maka dari itu, siswa-siswi dipanggil satu persatu ke keluar kelas untuk melakukan penyoblosan. Hal ini bertujuan untuk mencegah ada penghasutan atau pembujukan dari teman-teman yang lain saat melakukan pemilihan.
Perhitungan suara dilakukan pada hari yang sama. Setelah jam istirahat kedua semua siswa-siswi dikumpulkan di aula untuk melakukan perhitungan dan siswa-siswi sebagai saksi dari hasil perhitungan suara. Uh… rasanya deg-degan! Sebab, semuanya pasti ingin calon yang ia milih bisa menang, bukan? Sebelum perhitungan suara ada kata sambutan dari kepala sekolah SMA Kristen Kanaan, Bu Indri dan laporan pertanggungjawaban dari Ketua OSIS dan wakil ketua OSIS periode 2013/2014, Vanessa dan Novia yang berisi program kerja yang pernah dilaksanakan pada OSIS periode 2013/2014. Nah, setelah itu, waktunya perhitungan suara!
Hasil dari perhitungan suara, maka lahirlah ketua OSIS baru kita! Josafat sebagai pemenang yang mendapatkan suara sebanyak 115 suara, posisi keduanya adalah Novia yang mendapatkan 56 suara dan Mikhael sebanyak 47 suara. Total suara 218 suara. Maka, Josafat adalah Ketua OSIS baru periode 2014/2015 dan wakilnya adalah Novia. Selamat untuk mereka berdua! Akhir dari acara pemilihan ketuan OSIS berakhir dengan baik, semua siswa-siswi puas dengan hasilnya. Selamat! (Wei dan Reinaldi)

GALERI SMA KANAAN JAKARTA












Kumpulan foto saat kegiatan bersama EF dan kepolisian di SMA Kristen Kanaan Jakarta

Story Telling dari EF

Semua pasti tahu SMA Kristen Kanaan mengadakan kerja sama dengan EF, bukan? Nah, EF ini mengadakan acara untuk siswa-siswi SMA Kristen Kanaan, loh! Acara seperti apa sih?
Rabu, 10 Desember 2014 setelah mengadakan kampanye untuk pemilihan ketua OSIS
VILIA dan NATANAEL siswa kelas XI IPA saat pementasan drama bersama EF
baru, kegiatan siswa-siswi dilanjutkan dengan mengikuti acara dari EF di aula yang berada di lantai empat. Awal acara Mr.Philip mau membagi setiap kelas menjadi dua kelompok, yaitu penyanyi dan pemain drama. Bagaimana caranya? Caranya cukup unik. Mr.Philip akan memutar beberapa lagu dan murid-murid harus menyanyikan lagu tersebut. Pemilihan personal dari kedua kelompok ditentukan oleh guru-guru impor melalui sikap menyanyi siswa-siswi. Setelah beberapa lagu itu habis diputarkan, maka kita mendapatkan personal-personal untuk masing-masing kelompok dari setiap kelas. kelompok penyanyi tetap berlatih di aula bersama Mr.Philip, lalu pemain-pemain drama bersama guru-guru pembimbing dari EF melakukan latihan di kelas masing-masing.
Lalu drama seperti apa yang akan dimainkan? Drama ini diambil dari sebuah film tahun 1965 yang berjudul “The Sound of Music”, sebuah film yang menceritakan kisah romance antara Maria dan Kapten Georg Ritter Von Trapp. Setiap kelas mendapatkan teks cerita dan teks lagu yang sama, maka dari situlah pengujian kekreativitas siswa-siswi. Bagaimana menghasilkan drama yang beda dari yang lain dengan cerita yang sama? Hasilnya ditunjukkan di hari pementasan, yaitu Jumat, 12 Desember 2014.
Pada hari pementasan siswa-siswi memberikan pementasan yang terbaik dari mereka. Mulai dari nyanyian, alur cerita dan dialog, kostum, bahkan ada siswa yang rela berdandan menjadi cewe. Pendapat siswa-siswi dengan pementasan juga berbeda-beda, ada yang mengatakan pementasannya seru, bagus, keren, kreatif, dan unik. Ada juga yang mengatakan bahwa pementasan itu sedikit bosen karena ada beberapa kelas volume suaranya kurang menyebabkan kurang mengerti jalannya cerita. Namun, bisa dikatakan acara tersebut berjalan dengan lancar. Nah, namanya pementasan pasti ada penghargaan untuk best performance.  Kedudukan ketiga diraih oleh kelas XII SOC 2 dan posisi kedua diraih  oleh kelas XII IPA. Lalu, kelas yang meriah penghargaan best performance adalah kelas XI MIA. (Wei dan MIlano)

Senin, 26 Januari 2015

BELAJAR DAN BERMAIN BERSAMA EF

Pementasan drama oleh siswa kelas XI IPA
Acara bersama yang diselenggarakan atas kerjasama Sekolah Kristen Kanaan dengan Pihak EF berakhir sukses pada hari Jumat, 12 Desember 2014. Acara yang bertempat di aula SKK Jakarta itu cukup meriah. Seluruh siswa jenjang SMA hadir, kurang lebih lima ratusan siswa memadati aula sekolah.  Acara ini bertujuan membantu siswa agar lebih fasih dalam berbahasa Inggris; mengingat bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang sangat berguna apabila kelak siswa-siswa SMAK Kanaan ini mau melakukan study abroad.
Acara ini dimulai pada pukul 10.00 dengan diawali oleh class performance.
Sebelumnya pada hari Rabu, 10 Desember 2014 terdapat acara panduan oleh Pihak EF. Dimana mereka berusaha membagi murid dalam kelompok. Lalu ditentukan kelompok yang menyanyikan lagu dan kelompok yang bertugas melakukan drama. Drama dan nyanyian tersebut kemudian untuk dipertontonkan dan akan dinilai oleh para juri yang berasal dari Pihak EF. Disini para murid dibantu oleh Mr. Philip dan kawan-kawannya yang merupakan native speaker.
Drama yang ditampilkan tentang kehidupan bangsawan zaman dahulu dimana tokoh utamanya adalah Maria dan Captain Vountrap. Murid murid mengemasnya cukup menarik. Bahkan ada yang membuat drama tersebut menjadi seperti parody atau comedy. Ada yang menggunakan kostum-kostum dalam menyajikan dramanya. Drama ini dipertandingkan antar kelas. Pada break time, acara juga dihiasi oleh penampilan dari Pancary dan Denada murid kelas 12. Mereka membawakan lagu dari Ariana Grande dan Nathan Sykes yang berjudul Almost is Never Enough. Kemudian, akhirnya dibacakan hasil evaluasi para juri oleh Mr.Philip. Pemenangnya secara berturut-turut adalah kelas 11 Science, 12 Science, and 12 Social 2. Acara ditutup oleh presentasi Kak Ayu dari Education First. Mr.Philip lalu mengatakan sampai jumpa lagi di tahun 2015. Murid-murid tampak cukup senang dan gembira dengan adanya acara ini. (Eskul Jurnalistik)

Selasa, 28 Oktober 2014

AKU TERBANGUN

Pernahkah kau merasa lelah? Lelah dengan kehidupan atau lelah dengan orang – orang yang kau kenal? Aku rasa kau pun pasti pernah merasakannya, begitupun aku.
     Kepalaku terasa pusing sekali saat aku memikirkan hal – hal yang ada di dalam hidupku. Pandanganku mulai gelap dan aku mendengar suara ibu berteriak “Aron, cepat sarapan nanti kau telat!”. Ibu menyuruhku untuk sarapan tetapi rasanya aku tidak mau makan, sangat tidak bersemangat untuk pergi ke sekolah. Lelah sekali rasanya setiap haris harus bangun pagi. Aku memakai seragam lengkap, mengambil tas dan bergegas pergi ke sekolah dengan sepeda motorku. Aku membawa sarapan yang belum aku makan karena nanti aku bisa telat. Ditengah jalan, aku baru sadar ternyata aku salah memakai kaus kaki, aku memakai kaus kaki bewarna hitam. Aku bingung, padahal rasanya aku memakai kaus kaki warna putih. Aku siap untuk dimarahi dan dihukum guru. Sesampainya di sekolah, bel sekolah berbunyi. Aku berlari dengan cepat menuju kelas. Aku mengikuti jam pelajaran pertama dengan baik. Lalu saat jam pelajaran kedua, Pak Martin guru piket datang. Dia melihat kaus kakiku yang bewarna hitam. Ia langsung menyuruhku keluar kelas dan melepaskan sepatuku. Aku pun melepasnya dan mengalungkan tali rafia dengan kardus yang bertuliskan “pelaku pelanggaran” ke leherku. Aku malu dan kakiku menjadi kotor karena tidak memakai alas kaki. Lalu saat jam istirahat aku dan temanku, Mary dan Teni pergi ke kantin untuk membeli makanan. Tetapi saat aku melangkahkan kakiku di ujung tangga, aku terpeleset dan jatuh. Aku pikir mereka langsung membantu aku bangun. Mary dan Teni malah menertawakanku, lagi – lagi aku malu. Setelah mereka menertawakanku, aku langsung bangun dan berlari kembali ke kelas. Mary dan Teni tetap berjalan menuju kantin. Di kelas aku duduk dan menaruh kepala di atas meja.
     Tidak lama kemudian, jam istirahat berakhir. Pak Martin datang sebagai guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dia datang bersemangat dan memberi waktu bebas selama lima menit. setelah itu ia memulai pelajaran. Ia memberi tugas untuk membuat cerita pendek dan makalah. Aku bingung ingin membuat cerita pendek dan makalah berjudul apa. Aku dan teman – teman berfikir sejenak. Hingga aku dan teman – teman sudah mendapat ide, kami memberi judul itu kepada Pak Martin. Lalu ia menjelaskan apa yang harus kita mengerti dan lakukan. Temanku mengobrol saat Pak Martin sedang menjelaskan. Pak Martin merasa sangat terganggu. Akhirnya Pak Martin marah dan tidak mau menjelaskan lagi. Kemudian ia keluar kelas menuju kantor guru. Aku dipanggil oleh Pak Martin selaku sekertaris kelas. Aku merasa takut sambil berjalan menuju kantor guru. Pak Martin berbicara kepadaku “Aron, nilai kelas kamu semuanya pak guru kurangi, seharusnya kalian mendapat nilai A tetapi akan saya ubah menjadi B atau C”. Aku tidak tahu mau berkata apa, aku tidak berani mengeluarkan kata – kata. Setelah itu aku kembali ke kelas. Aku sedih dan kesal, seharusnya nilaiku tidak diubah. Aku tidak mengobrol dengan teman saat Pak Martin menjelaskan, tetapi nilaiku jadi berkurang juga. Aku mencoba menerimanya, mungkin aku masih bisa mempunyai kesempatan untuk menaikan nilaiku.
      Aku pulang kerumah dengan sepeda motorku. Ditengah jalan, aku memikirkan hal – hal yang terjadi di sekolah tadi. Aku tidak tahu mengapa aku begitu sedih. Sesampainya dirumah, aku masuk kamar dan berganti pakaian. Setelah itu aku menuju dapur, kakakku sedang memasak. Aku haus dan mengambil minum dari dalam kulkas. Tiba – tiba aku mendengar suara pecahan piring yang agak kencang. Ternyata kakakku menyenggol piring itu hingga jatuh. Kakakku menyuruhku untuk mengambil sapu dan membereskan pecahan piring tersebut. Ibu keluar dari kamarnya, melihat aku yang sedang menyapu pecahan piring itu. Ibu memarahi aku karena telah memecahkan piring kesayangannya. Ternyata itu adalah piring kesayangan ibu. Tanpa bicara aku langsung lari kekamar, merenung dan menangis. Hampir semua orang yang kukenal tidak menyukaiku.Tetapi aku akan melakukan semua yang menurutku baik untuk dilakukan. Tiba – tiba aku bangun dari tidurku. Ternyata semua itu hanyalah sebuah mimpi.